Tampilkan postingan dengan label Author_Author Sharing. Tampilkan semua postingan


Via Nina Suzan Thomas, via Ikhaputri Widiantini (Dosen Filsafat FIB UI)
Terjemahan bebas/Adaptasi Nosa Normanda (Sastra Inggris 2004, Lecture of Stage & Performance in BINUS University)

Sekelompok pemerkosa dan pelaku perkosaan kencan diwawancara di penjara tentang bagaimana mengincar korbannya. Ini adalah terjemahan bebas dari artikel yang disebar di Internet dengan bahasa inggris dari sumber anonim. Saya terjemahkan dengan bahasa informal biar asik dan sesuai konteks Indonesia--juga saya tambah-tambahkan beberapa poin supaya aktual dengan keadaan Indonesia.

1] Yang pertama kali dilihat pada calon korban perkosaan adalah gaya rambutnya. Mereka akan mengincar perempuan dengan buntut kuda, konde, bridal, atau gaya rambut lain yang mudah dijambak. Mereka juga senang mengincar perempuan berambut panjang. Perempuan dengan rambut pendek dan berjilbab jarang diincar.

2] Setelah itu pria-pria itu akan melihat pakaian si perempuan. Mereka mencari pakaian yang mudah ditanggalkan dengan cepat. Banyak juga dari mereka yang membawa gunting untuk memotong pakaian.

3] Mereka juga mencari perempuan yang sedang memakai telepon genggam, sedang merogoh tas, atau melakukan aktivitas lain sambil berjalan; karena biasanya perempuan-perempuan tersebut tidak waspada dan mudah dikuasai.

4] Di Indonesia, tempat yang paling sering terjadi penculikan dan berakhir dengan perkosaan adalah pada transportasi publik (angkot, taksi, ojek). Di India kasus yang paling terkenal di dalam bus.

5] Selain itu ada juga kencan-perkosa. Biasanya terjadi di kos-kosan, rumah, diskotik, atau mobil si pemerkosa.

6] Dalam tulisan asli artikel ini, di negara maju penculikan seringkali terjadi di lapangan parkir swalayan, parkiran kantor atau toilet umum.

7] Para pemerkosa akan mengambil seorang perempuan dan dengan cepat membawanya ke lokasi lain dimana mereka tidak perlu khawatir akan tertangkap.

8] Kalau kamu melawan, mereka akan jadi cupu karena cuma butuh satu atau dua menit sampai mereka sadar kalau berusaha memperkosamu itu buang-buang waktu. Tapi dalam beberapa kasus, perlawanan yang setengah-setengah bisa membuat pemerkosa semakin terangsang, maka itu usahakan lawan dengan efektif dan efisien (nanti dijelaskan di bawah).
9] Para pemerkosa yang diwawancara bilang mereka tidak mau mengincar perempuan yang membawa payung panjang atau objek semacamnya yang bisa menyerang balik dari jarak sedang. Pakai objek apapun untuk menyerang balik!

10] Kunci-kunci atau stun-gun nggak terlalu ngaruh untuk ngelawan, soalnya kamu harus deket banget ke si penyerang buat make itu. Intinya artikel ini adalah gimana meyakinkan mereka buat ilfil nyerang kamu pas pertama kali ngeliat kamu.

MENCEGAH & MELAWAN DENGAN EFEKTIF:

1] Kalau kamu ngerasa ada orang yang ngikutin kamu di jalan, di tempat parkir, di lift, JANGAN TAKUT DAN BUANG MUKA. Kamu justru mesti berhenti dan lihat mukanya, buka percakapan kayak, "Om, jam berapa ya sekarang?", atau kamu bisa bikin percakapan pendek seperti, "Duh, panas banget nih. Biasanya kalo kayak lgini mau ujan kali ya, om?" Intinya sih pastikan dia tahu kamu ngeliat mukanya jelas, dan bisa kamu kenali kalo dia kabur setelah gagal. INGAT MUKANYA! Biasanya juga cowok akan hancur imajinasinya kalau sudah komunikasi, karena pemerkosa bertumpu pada imaji seakan-akan perempuan itu bukan orang tapi binatang buruan. Tatap wajahnya, bicara padanya. Bunuh imajinasi itu dari kepalanya. Bisa jadi juga kamu salah, dan om itu cuma kebetulan ke arah yang sama dari kamu. Tapi nggak ada ruginya toh? Mending sok akrab daripada diserang tiba-tiba.

2] Kalau ada yang nyamperin kamu tiba-tiba, langsung pasang kuda-kuda dengan tangan dan teriak, "Stop!" atau "Mau apa lo!?" Kebanyakan pemerkosa bialng mereka akan cabut kalo si cewek teriak-teriak duluan atau menunjukkan bisa berantem. Lagi-lagi, mereka cari sasaran yang gampang.

3] Kalo kamu bawa semprotan merica (pelatih mbak yang nulis thread asli selalu bawa itu), kamu bisa teriak, "Gue semprot lo! Perih lho ini..." Dia akan mikir dua kali. Masih maju, semprot!

4] Kalo ada yang narik kamu, terus kamu nggak bisa serang balik, kamu bisa main akal aja. Kalo dia ngunci pinggang kamu dari belakang dengan dua tangannya, cubit yang keras di bawah tangannya, atau di bawah sikutnya atau di bawah keteknya atau di pahanya--YANG KERASSS! Ada cewek yang nyubit cowok yang mau merkosa dia waktu kencan, dan cowok itu kesakitan bener gara-gara dicubit sampe berdarah. Ototnya robek dan butuh dijahit. Buat latihan, coba cubit diri sendiri di tempat-tempat tersebut sekuat kamu, pasti sakit.

5] Setelah dicubit dan dia lepaskan, usahakan jangan langsung lari. Incar selangkangannya. Aku tahu banget dari pengalaman pribadi, kalo cowok dipukul 'itunya' dia bakal kesakitan gila. Kamu mungkin takut dia tambah marah dan nyakitin kamu, tapi sebenernya kata para pemerkosa ini, mereka maunya cewek yang nggak ngasih masalah. Kasih masalahnya di'situ' dan lari aja dia akan susah.

6] Kalo tuh cowok mau nyekek kamu, ambil satu-dua jarinya aja, terus dorong ke depan sejauh mungkin sekuat mungkin. Instruktur aku melintir sedikit jariku dan aku langsung jatuh berlutut dan buku-buku jariku sampe bunyi krak.

7] Buka kuping. Selalu awas dengan keadaan sekeliling kamu, kalo bisa usahakan selalu jalan sama temen dan kalo ada hal mencurigakan jangan kamu cuekin. Percaya sama insting kamu. Mungkin kadang-kadang kamu ngerasa kayak orang parno, tapi itu lebih baik daripada kena beneran.

TIPS TERAKHIR INGAT YANG INI....

1. Tip dari Tae Kwon Do: Sikut adalah bagian terkeras di badan kamu. Kalo cukup deket untuk nyikut, sikat!

2. Tip dari pemandu wisata di New Orleans: Kalo ada rampok minta dompet atau tas kamu, JANGAN LANGSUNG DIKASIH. Lempar agak jauh (pura-pura bego aja)...kemungkinannya dia lebih tertarik sama dompetmu daripada bodimu tetep ada. Abis itu LARI KAYAK MALING KE ARAH SEBALIKNYA.

3. Kalau si pemangsa ini punya pistol tapi moncong pistolnya agak jauh dari kamu, langsung KABUR! Kemungkinan dia tepat nembak kamu (target yang lari) itu 4 berhasil: 100 gagal kok. Dan kalopun pelurunya dia ngena, kemungkinan besar nggak kena organ vital kamu. KABUR!

4. Sebagai perempuan, kita gampang kasihan: JANGAN! Kasihan bisa bikin kita diperkosa atau dibunuh. Ted Bundy, pembunuh berantai itu, ganteng, lulusan kampus keren di Amrik, dan selalu mainin simpati perempuan yang polos. Dia kadang-kadang pura-pura cacat, pake tongkat minta tolong dipegangin sampe mobilnya, terus tiba-tiba nyulik!

5. Kalo kamu dilempar ke bagasi mobil dan dikunciin. Tendang lampu belakangnya sampe bolong keluarin tangan kamu dan lambaikan. Supirnya nggak ngeliat kamu, tapi pengendara lain akan lihat. Ini beneran pernah nyelametin nyawa orang di Amrik.

6. Peremppuan bisanya masuk mobil abis belanja, makan, kerja, dan duduk di dalem mobil (ngeliat hp, bales sms). JANGAN YA! Pemerkosa bisa memperhatikan kamu, dan ini kesempatan bagus buat dia buat masuk ke kursi belakang, terus nodong kamu pake pistol dan nyuruh kamu nyetir kemana pun dia mau. BEGITU PINTU MOBIL KAMU TUTUP, TANCAP GAS!

7. Beberapa catatan kalo kamu bawa mobil di tempat parkir, atau garasi:
a. Waspada: lihat sekliling mobilmu, karena ada aja orang yang ngumpet di kursi belakang, ngintip ke mobil, ngumpet di balik sisi lain mobil. (LAKUKAN HAL YANG SAMA SEBELUM NAIK TAKSI, JANGAN ADA YANG TIBA2 MASUK TAKSI DAN KONGKALIKONG SAMA SUPIRNYA).

b. Kalo ada mobil van parkir deket pintu supir mobilmu, kamu masuk dari kursi penumpang aja. Kebanyakan pembunuh berantai narik korbannya dan langsung masukin ke van pas dia mau masuk mobil.

c. Lihat mobil yang parkir sebelahmu, ada orangnya nggak. Kalo kamu lihat ada orangnya dan dia nggak pindah-pindah, atau kelihatan mencurigakan, mending balik ke kantor/mal dan minta temenin satpam ke mobil kamu. Lagi-lagi, mendingan selamat daripada nyesel, dan mendingan parno daripada mati.

8. SELALU naik lift daripada tangga darurat. Tangga darurat tempat yang nggak bagus banget buat sendiri dan tangga biasanya jadi tempat kejahatan.

Sebarkan ini ke semua perempuan yang kamu tahu dan butuh diingatkan kalau Tuhan juga menciptakan banyak orang gila di dunia ini. Mendingan selamat daripada nyesel, mendingan parno daripada mati.

Kalau kamu punya rasa kemanusiaan, reblog post ini

REBLOG INI DAN BIARKAN SEMUA PEREMPUAN TAHU APA YANG TERJADI DI DUNIA INI.

INI DAPAT MENYELAMATKAN HIDUP ORANG

“That’s my gift: I let negativity roll off me like water off a duck’s back.
If it’s not positive, I didn’t hear it. It you can overcome that, fights are easy.”
– George Foreman –

Merdeka.com - Berbicara mengenai rumah makan padang, biasanya yang di ingat menunya yang memicu kolestrol naik namun juga memicu selera makan. Tak diragukan lagi, rumah makan padang menjadi salah satu favorit yang dikunjungi untuk memenuhi hasrat perut. Salah satu lauknya, rendang pun dinobatkan sebagai makanan favorite dunia. Nikmatnyo.


Sudah pernah melihat seseorang menambahkan kata "orz" atau "otl" dalam status mereka atau mungkin di media sosial lain? Jika pernah mungkin sebagian besar dari anda sudah tahu artinya tapi untuk yang belum tahu, akan saya beritahu:

Pertama OTL:
Sebenarnya kedua kata itu bukan singkatan melainkan gambar, coba anda bayangkan dari samping sebuah kepala yang tertunduk lesu dengan huruf O, badan lesu yang disangga kedua tangan dari samping dengan huruf T dan kaki yang ditumpu oleh kedua lutut juga dari samping dengan huruf L. Mirip seperti orang putus asa / lesu bukan?. Jika belum paham, coba liat gambar dibawah ini. Memang kalau untuk OTL hanya bisa dilihat jika semua hurufnya kapital tapi bagi yang sudah paham tidak perlu memakai huruf kapital.


Kedua Orz:
Untuk kata inipun juga sama seperti halnya OTL namun bedanya adalah untuk mengenali gambarnya maka semua huruf tidak perlu kapital, kalaupun kapital biasanya hanya huruf O yang dibuat kapital. Contohnya seperti dibawah ini:


Itulah infonya, semoga bermanfaat!

(*Sebagian dari repost ini saya hapus karena terlalu fulgar, silahkan baca selengkapnya pada source dibawah repost ini)

Saya sempat shock, tertegun dan mata saya berkaca-kaca saat menonton acara Mata Najwa di Metro TV yang menghadirkan Tri Rismaharini – walikota Surabaya - sebagai tamu acara talk show yang tayang tanggal 12 Februari 2014. Bukan Risma mau mundur dari kursi walikota yang membuat saya menangis tetapi dialog antara Risma dengan seorang pelacur tua berusia 60 tahun. Sepenggal dialog itu diawali dengan pertanyaan Risma kepada sang pelacur:

"Ibu sudah tua gini, lantas siapa yang jadi pelanggan ibu?”
Sang pelacur itupun menjawab : “Anak-anak SD dan SMP bu, hanya mereka yang mau membayar saya 1000-2000 Rupiah”.

Bayangkan. Anak SD dan SMP sudah berhubungan badan dengan seorang  pelacur. Selang tiga hari kemudian, saya mengalami shock yang lebih parah saat membaca postingan mbak Baby Jim Aditya di Facebook, seorang psikolog seksual yang sekaligus aktivis anti HIV/AIDS. Dalam postingan itu, mbak Baby menguraikan betapa mengerikan dan mengkhawatirkannya perilaku seksual anak-anak urban Indonesia, terutama mereka yang laki-laki. Sekolah yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pencerdasan anak-bangsa berubah fungsinya menjadi tempat kekerasan seksual. Sedihnya, kekerasan seksual itu didemonstrasikan tanpa pengawasan. Guru dan orang tua tidak tahu atau tidak mau tahu. Karena pentingnya masalah ini, saya kutip secara utuh postingan dari Baby Jim Aditya itu, yang diberi judul “PK (Penjahat) Kelamin di Usia SMP”, sebagai berikut :

“Seorang remaja perempuan, kelas 7 mengirim BC/Broadcast Message yang dikirim juga kepada saya sebagai temannya di BB. Saya tahu betul, anak ini adalah remaja SMP yang tiga bulan lalu pernah mendapat penyuluhan saya. Ketika itu lagi panas-panasnya video mesum murid sebuah SMP, sehingga saya hampir tiap hari berkeliling ke beberapa SMP untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja. Supaya jelas, berikut saya kutipkan sesuai aslinya

(mohon maaf kalau Anda harus mengerutkan dahi membacanya, namanya juga bahasa alay.)

“ Buat lo, lo, lo, yang pacaran Cuma mau ngewe doang ALIYAS PK (PENJAHAT KELAMIN)!!! Mikir deh kenapa engga ke r****, hah…. Oiya gua tau gak mampu bayar jablay smpe pacaran cuman mau ngwee doing? Kenapa harus cewe lo yang lo gituin…lo rusak!!! Lu bilang tanda sayang, putus juga kan? Biar SELAMANYA CINTA KITA TETAP ABADI GITU…? HELLOOO LIAT YANG BENING JUGA LANGSUNG LOS TUH MATA! ‪#‎ALAY!! hah helooo….lo bilang itu tanda sayang….engga gitu keles bang…engga harus ambil keperawanannya….kasian bang wooy? Coba melek woy coba anak lo yang digituin jangan anak lo deh….adek lo aja-, coba sih engga kasian apa sma anak orang!! Gue aja ngeliatnya kasian gak punya otak etikaaaaa-. Engga ngeliat ke depannya seperti apa dan akhirnya lo apaaaa hah…!!
‪#‎FRONTAL SORRY!! RASA KECEWA!! BUAT LO CEWE JANGAN MAU KEMAKAN OMONGAN PARA PK!
Putus*putus sekalian kalo harus DIMINTA PERAWAN LO? JANGAN BEGO*BEGO AMAT JODOH ENGGA BAKAL KEMANA!! ‪#‎gaksukajgnbacot!”

Tulisan di atas merupakan teriakan, curhat dan kemarahan yang sangat mendalam dari seorang murid SMP perempuan, yang tak bisa ia ceritakan pada orang tuanya atau guru. Barangkali ia baru mendengar curhat dari teman perempuannya yang habis disenggamai oleh teman sekolahnya yang tak bertanggung jawab. Atau barangkali justru dia sendiri yang baru saja jadi korban laki-laki seusianya, yang disebutnya sebagai PK (Penjahat Kelamin). Saking putus asanya menghadapi banyaknya anak laki-laki PK ini, ia sampai menyarankan agar pergi saja ke lokalisasi r**** untuk melampiaskan hasrat seksnya dari pada merusak keperawanan mereka. Ia pun menyadari bahwa teman laki-lakinya itu pasti tidak punya uang untuk membayar pekerja seks, makanya ia melampiaskannya pada teman sekelas.

Tidak heran. Sambil menulis postingan ini, saya baru saja menerima link video mesum murid SMP yang jauh lebih serem dibanding video mesum yang baru-baru ini jadi berita. Di situ terlihat anak laki-laki SMP yang sangat agresif meminta pasangan perempuannya untuk melakukan seks oral, disambung dengan seks vaginal, dan lanjut dengan seks oral lagi.

(*Ada bagian ini saya hapus, silahkan lihat di source yang ada dibawah postingan ini)

Kita pikir anak-anak seusia itu belum tahu apa-apa tentang seks?. Aduh, Bapak-bapak, Ibu-ibu, jangan sedih, mereka justru tahu terlalu banyak tentang seksualitas, terlalu banyak berfantasi tentang perilaku seksual yang liar dan celakanya, mereka tahu yang salah, dan dengan cara yang salah dan seringkali melakukannya dengan salah, tanpa minta ijin dulu kepada Anda.

Tapi, bagaimana tidak?. Ketika ditanya apakah mereka bisa bercerita atau bertanya kepada orangtua, jelas jawabannya TIDAK BISA. Apa kamu bisa curhat kepada ortu soal pacar, TIDAK BISA. Sebaliknya, jika ditanya, apakah takut Tuhan, jawabannya IYA. Apakah rajin ibadah, IYA. Apakah takut dosa? IYA. Apakah pernah sembunyi-sembunyi nonton bokep, IYA. Jadi?

Seperti biasa, ketika berdiskusi dan memberi penyuluhan, biasanya anak-anak itu banyak bertanya dan sekaligus bercerita tentang perilaku mereka sehari-hari, dengan sangat terbuka. Jadi saya tahu persis apa yang terjadi di antara mereka dan bagaimana perilaku seks mereka sebenarnya. Mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling berisiko. Tentu saja mereka tidak akan bercerita kepada orangtuanya, karena sudah pasti orangtua tidak bisa dijadikan tempat bertanya atau bercerita.

Di kalangan pelajar kelas 7 – 9 pun, saya sudah mendapat data dan fakta, baik dari kuesioner maupun dari dialog di kelas, bagaimana sebagian besar murid laki-laki di usia SMP sudah pernah menonton bokep (video porno), sebagian besar sudah berciuman dengan pacar, dan sebagian kecil pernah menyatakan bahwa temannya sekelas sudah ada yang ML.

Anda bisa terkaget-kaget kalau mendengar saya sedang penyuluhan di sekolah dan meminta mereka bercerita tentang perilaku seks. Rasanya hampir tak percaya, bagaimana mungkin anak-anak yang dalam pandangan kita masih imut-imut dan tidak tahu apa-apa tentang seksualitas, bisa menyimpan pertanyaan yang cetar membahana seperti:
“Bagaimana rasanya berhubungan seks?”
“Apa benar hubungan seks itu bisa untuk obat sakit kepala?”
“Apa ciri-cirinya cewek yang udah nggak perawan?”

Sayangnya, cara pandang budaya kita selalu melihat sebelah mata dan cenderung menunjuk perempuan sebagai biang keladi kejahatan seksual. Kita tidak pernah memperhitungkan peran laki-laki dalam tindakan/ perilaku seksual.

Merujuk pada pesan Broadcast Message di atas, lihatlah bagaiman sulitnya anak-anak perempuan ini menjaga diri dari keliaran serangan anak laki-laki seumurannya. Kita selalu menuding (anak) perempuan lah yang genit, gatal, suka liar, menggoda laki-laki, suka keluar malam padahal dari apa yang ditulis anak perempuan ini jelas terlihat, bagaimana sulitnya (anak) perempuan menjaga diri dari kelakuan (anak) laki-laki yang sejak SMP saja sudah sangat brutal perilaku seksnya. Jelas dia menunjuk pada istilah PK (Penjahat Kelamin) yang banyak terdapat di sekitarnya, bahkan ia sendiri sudah mejadi korban PK itu.

Banyak anak-anak perempuan kelas 7 (kelas I SMP) yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya menghadapi cowok yang PK. Sementara anak kelas 7 SMP sering bertanya, apa ciri cewek perawan atau mengapa ketika ia memeriksa pacarnya kok sudah tidak perawan. Ada lagi yang bertanya, berarti kalau dengan PSK kita boleh melakukan apa saja, toh kita bayar, jadi boleh, donk, melakukan apa saja kepada dia. Bayangkan, anak SMP kelas I ngomong begitu?.

Jangan kata pertanyaan soal onani. Itu pertanyaan yang sangat dominan di setiap kelas anak laki2. Bahkan sebagian besar lebih dari 80 persen anak laki2 SMP sudah pernah menonton bokep. Sebagian besar sudah pernah ciuman dengan pacarnya. Sebagian juga menceritakan tahu bahwa ada temannya yang sudah ML.

(*Ada bagian ini saya hapus, silahkan lihat di source yang ada dibawah postingan ini)

Sebaliknya, di kelas anak perempuan, seperti sudah diduga, kebanyakan mereka pasif, lugu, bodoh, cenderung tidak tahu apa-apa, sesuai dengan harapan masyarakat agar perempuan menampakkan dirinya suci dan lugu, pasif, tidak usah tahu atau tidak boleh tahu tentang seks. Berbanding terbalik dengan laki laki yang diharpakan masyarakat agar aktif, agresif soal seks dan tidak diberi sanksi sosial jika melakukan hubungan seks baik sebelum menikah, atau membeli jasa seks, atau melakukan hubungan seks di luar pernikahan.

Anak perempuan dengan kebodohannya tidak paham modus-modus serangan anak laki-laki. Kondisi kebodohan ini membuat mereka sangat rentan menjadi korban kejahatan seksual dari laki-laki sebayanya. Dan orangtua, di mana kita?. Apakah kita bisa menjadi tempat bertanya dan bertukar pikiran dengan bocah-bocah ini tentang seksualitas?. Apakah rasa risih, malu dan takut berkomunikasi membuat Anda secara diam-diam menjerumuskan anak Anda pada perilaku Orangtua, apakah kita tahu apa yang sedang terjadi pada anak-anak kita?.

Jujur, saya tak tega membaca postingan panjang dari mbak Baby di atas. Tetapi, saya tak kuasa memungkiri kenyataan bahwa apa yang dituturkan oleh mbak Baby adalah realitas sosial anak-anak saat ini.  Mereka – anak-anak itu – memiliki pengetahuan tentang seks yang melampaui usianya, terutama anak laki-laki. Realitas sosial ini tak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merambah di kota-kota kecil di Indonesia.
Dalam salah-satu komentar atas postingan mbak Baby di atas, ada testimoni menarik sekaligus tragis dari seorang guru PAUD di Kalimantan dengan nama akun Bunda Herlina. Merespon postingan mbak Baby, Bunda Herlina memberi komentar testimoni panjang sebagai berikut:

“Mbak baby, saya ada satu kasus yg mungkin bisa jadi suatu pelajaran buat para orang tua. Baru 4 bln saya mendapat tugas mengajar disebuah PAUD. Usia mereka 3-4 tahun. Ada suatu kejadian yang sangat mengejutkan saya. Ada 12 orang anak yang saya pegang dlm satu kls. Suatu hari seorang siswi (sebut aja A) menangis karena katanya dicium keras oleh seorang siswa (sebut saja B ). Sebagai guru saya berusaha mendiamkan dan mengajak si B meminta maaf pada si A. Dan dia melakukannya. Saya pikir masalah ini sudah selesai.

Dua hari kemudian pada jam sentra. Olahraga. Seperti biasanya setelah olahraga saya mengajak anak-anak untuk tidur di lantai. Sebagai cara istirahat. Sambil memerintahkan mereka pura-pura tidur dan saya menyanyikan lagu nina bobo. Tiba seorang anak berkata ingin pipis dan saya mengantar sampai toilet. Tidak jauh. Hanya 6 langkah dari pintu kelas. Tidak sampai 10 menit. Saat saya kembali si A menangis keras sekali. Saat saya tanya, anak yang lain yg menjawab:
"Si A dinaiki si B terus dicium".
"Astagfirullah haladzim".

Saya kaget sekali. Saya tanya si B. Dia hanya diam dengan muka yang sedikit takut. Setelah berhasil mendiamkan si A, saya memanggil si B ke kantor sementara anak lain istirahat. Ini sedikit percakapan kami:

"Sayang..bunda mau tanya ya?" Dia mengangguk.
"Kenapa tadi begitu sama teman? Kasian kan, emangnya teman salah apa?" Dia mengangguk.
"Kalau nggak ada salah, terus kenapa di gituin?"
"Bunda... Papi ama mami klo malam juga begitu. Cium-cium terus main kuda-kudaan".

Astagfirullah ! Aku seperti di sambar petir. Dan saya tanya lagi:

"Ade liat semua itu?" Dia mengangguk.
"Mami ama papi tau nggak ade liat?"
"Tau". Sambil mengangguk.
"Terus nggak marah?"
"Nggak".

Ya Allah..kenapa begini? Lalu aku menasehati.
"Ade, itu nggak boleh dilihat ya sayang. Itu cuma untuk orang dewasa". Dia hanya mengangguk.
"Jangan nakal lagi sama kawan ya sayang. Kan kita harus sayang sama semuanya".

Lalu saya mengijinkan dia juga untuk istirahat makan. Saya hanya dapt menarik nafas panjang dan bingung . bisa bantu saya mencari solusinya? Kenapa semua ini bisa terjadi? Apa yang sebaiknya dilakukan? Bagaimana prosfek ke depan bagi perkembangan jiwa si anak?

Dialog antara Risma dengan seorang pelacur di atas, yang kemudian diikuti postingan panjang dari seorang pakar psikologi seksual serta komentar berisi testimoni seorang guru PAUD menunjukkan bahwa ada persoalan serius di masyarakat kita, terutama yang menimpa anak-anak. Masyarakat kita seolah kehilangan kontrol dan pengendalian sosial atas penyimpangan perilaku seksual yang didemonstrasikan anak-anak. Terdapat kesenjangan sosial yang cukup jauh antara orang tua dengan anak-anaknya dan antara guru dengan anak-didiknya. Orang tua dan guru terlampau sibuk dengan dunianya sendiri sehingga abai dengan anak-anak yang menjadi harapan bangsa. Anak-anak usia PAUD, SD, dan SMP yang seharusnya memenuhi hari-hari dengan belajar dan bermain, ternyata telah “kerasukan” seks tanpa kita sadari. Imajinasi seks anak-anak itu sangat liar dan mengerikan.

Di samping itu, internet merupakan media yang menjadi piranti bagi para anak-anak ABG untuk mendapat informasi tentang seks. Situs-situs yang berisi film atau konten pornografi bertebaran di Internet. Menurut rilis majalah yang berbasis di Kanada, One Minute, bahwa di tahun 2013 jumlah situs porno di dunia telah mencapai 10,3 juta buah. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 14,9 juta buah. Meskipun menurun, jumlah 10,3 juta adalah angka yang sangat fantastis, terutama jika situs-situs porno itu diakses oleh anak-anak kecil tanpa pengawasan.

Data data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kompas, 15 Maret 2012) sejak tahun 2005, Indonesia masuk dalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Tahun 2005, Indonesia berada di posisi ketujuh, tahun 2007 di posisi kelima, dan tahun 2009 di posisi ketiga. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna internet yang kini mencapai 55,2 juta orang.

Dan pengakses utama internet di Indonesia adalah kalangan anak-anak, remaja,dan kaum muda.
Dari sini, kita melihat bahwa revolusi tekhnologi informasi ternyata berimplikasi pada terbukanya kotak Pandora tanpa sanggup dibendung ekses negatifnya. Untuk konteks Indonesia, tekhnologi informasi sebagai modal utama masyarakat komunikasi gagal dimanfaatkan secara cerdas untuk menyemai pengetahuan progresif. Alih-alih berfungsi sebagai alat pencedasan, tekhnologi informasi malah berfungsi menjadi alat untuk melakukan genosida kebudayaan.

Haris el Mahdi
Sosiolog Universitas Brawijaya dan pegiat sosial.untuk Perubahan Progresif.
(http://www.siperubahan.com)

(*mohon maaf untuk repost yang satu ini, foto aslinya tidak saya sertakan karena menurut saya mesum, foto asli bisa dicek, di sourcenya)

Click: SOURCE
Welcome to My Blog

Total Pageviews

Popular Post

Pengikut

- Copyright © Ganti Judul -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -